Guncangan gempa kembali membuat warga Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, cemas. Gempa magnitudo 5,7 yang mengguncang wilayah NTT pada Rabu malam (19/8/2026) membuat sejumlah warga berhamburan keluar rumah.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 23.17 WIB. Pusat gempa berada di wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, dengan kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.
Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Nagekeo, hingga Sumba Timur. Intensitas guncangan mencapai III-IV MMI.
Warga Labuan Bajo, Gecio, mengatakan masyarakat sempat panik setelah merasakan guncangan dan memilih keluar dari rumah.
"Warga khawatir gempa ini mengakibatkan kerusakan ataupun dampak lebih besar lagi," kata Gecio saat berbincang dengan Liputan6.com, Kamis (20/8/2026).
Warga Flores Masih Waspada
Menurut Gecio, warga di sejumlah wilayah Flores masih diliputi kekhawatiran setelah gempa yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026).
Kondisi tersebut membuat masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat malam hari. Sebagian warga di perkotaan maupun pedesaan bahkan memilih beristirahat di tenda yang didirikan secara mandiri.
"Di kota dan pedesaan, banyak warga memilih tinggal di dalam tenda yang didirikan secara mandiri. Tenda ini digunakan untuk istirahat malam," tuturnya.
Kekhawatiran warga muncul karena aktivitas gempa susulan masih terjadi setelah gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores.
BMKG Catat Ribuan Gempa Susulan
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan aktivitas gempa susulan diperkirakan masih berlangsung selama tiga hingga empat minggu sebelum berangsur mereda.
Menurutnya, besarnya kekuatan gempa utama menyebabkan proses peluruhan aktivitas gempa membutuhkan waktu.
“Karena ini gempanya cukup besar, 7,7 magnitudo, jadi peluruhannya memerlukan waktu kurang lebih tiga sampai empat minggu ke depan,” kata Faisal di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Hingga Rabu pukul 17.00 WIB, BMKG mencatat sebanyak 3.055 gempa susulan. Gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil bermagnitudo 1,1.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 88 gempa dirasakan oleh masyarakat.
“Jumlah gempa susulan sampai dengan jam 5 sore hari ini, 19 Agustus 2026, adalah sejumlah 3.055 gempa susulan,” ujar Faisal.
Gempa magnitudo 5,7 yang kembali mengguncang wilayah NTT menambah kekhawatiran masyarakat yang masih beradaptasi dengan aktivitas gempa susulan. BMKG mencatat proses peluruhan gempa masih berlangsung, sementara warga di sejumlah wilayah tetap meningkatkan kewaspadaan.
Komentar (0)
Tinggalkan Komentar